Dulu aku pernah merasakan orang yang paling beruntung didunia, kenapa tidak..
Saat itu aku merasa dicintai oleh seseorang yang penuh dengan rasa sabar menghadapiku, berapa banyak rasa sedih dia simpan sendiri, wajahnya berhasil menipu ku. Bahkan semua orang. Dia tetap bersamaku saat diri ini berusaha terlepas dari bayang masa lalu. Waktu sangat panjang dia habiskan untuk membuktikan semua yang dia punya, berapa banyak air mata yang dia simpan dengan sikapku dulu yang keluar hanyalah dia ingin aku bahagia. Bukannya aku tak sadar, waktu itu aku hanya tak yakin meletakkan kembali hati ini ke seseorang, karena aku takut terjatuh kembali, patah kembali hingga aku lupa merasakan apapun. Tapi dia menyadarkanku. Dunia ini luas dan bahagia itu masih ada. Tapi salahku telah membuat semua berubah, aku kembali ke kamu saat dia telah lama pergi, pergi dengan perasaan. Aku hanya bisa menemukan ragamu. Tapi rasa itu telah jauh meninggalkanku. Aku terlambat, mengapa dia telah lelah dan aku baru menyadari bahwa yang dululah yang aku butuhkan bukan yang sekarang. Aku kehilangan yang sangat berarti buat kedua kalinya. Aku hanya tertunduk kebawah dengan air mata ini mengurai menatap rasa kasihmu yang dulu yang begitu sabar menemaniku. Aku terlambat memikirkan yang berharga. Dan aku hanya bisa menikmati perasaan itu jatuh ke orang lain. Perasaan yang sebenarnya teruntukku. Aku rindu...rindu kamu yang dulu..masih bisa kah kau kembali..aku merindukanmu
No comments:
Post a Comment